Yuri’s Night 2019; Gathering Komunitas Astronomi se-Jawa Timur

Ruang Angkasa, Ruang Kita Bersama’, itulah tema yang diangkat sekaligus kalimat yang pantas untuk menggambarkan semangat kegiatan bertajuk ‘Yuri’s Night 2019’ yang berlangsung pada Sabtu, 13 April 2019 di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Pasuruan (BPAA – LAPAN Pasuruan). Tema tersebut dilatarbelakangi oleh tujuan awal diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu menjalin silaturahmi antar komunitas astronomi, khususnya komunitas astronomi amatir di Jawa Timur.

Adanya kegiatan yang dikomandoi oleh Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur (FOKALIS JATIM) ini adalah yang terbesar dalam sejarah keastronomian amatir di Jawa Timur, bahkan secara kuantitas peserta, termasuk yang terbesar di Indonesia. Memungkinkan para pecinta astronomi yang sebelumnya hanya aktif di daerah masing-masing, dapat menjalin komunikasi secara langsung, bertatap muka sekaligus bertukar pikiran, gagasan, ide dan atau bahkan berbagi saran demi memajukan astronomi Jawa Timur tanpa terbatas faktor geografis. Selain itu, terdapat momen perayaan penerbangan antariksa yang diinisiasi oleh Yuri Gagarin pada medio 60-an, yang memungkinkan para astronom amatir Jawa Timur untuk meneladani dan melanjutkan prestasi kosmonot Uni Soviet tersebut. Dengan adanya tema ‘Ruang Angkasa, Ruang Kita Bersama’, maka diharapkan para pecinta astronomi di seluruh Jawa Timur turut mendukung tema besar IAU100, ‘di Bawah Langit yang Sama’. Selain memperingati kesuksesan penerbangan antariksa, kegiatan ini juga dihelat dalam rangka perayaan 100 tahun International Astronomical Union (IAU) dan Global Astronomy Month (GAM).

BPAA – LAPAN Pasuruan selaku fasilitator acara berhasil membuktikan bahwa astronom amatir Jawa Timur mampu berbuat lebih dalam peran sertanya menghadapi persaingan keantariksaan global melalui pergerakan- pergerakan kreatif semacam ini. Pada kegiatan ini, para astronom amatir Jawa Timur telah memperoleh kesempatan untuk mempelajari bagaimana mekanika satelit dan perkembangan keantariksaan Indonesia dari ahlinya langsung melalui sebuah seminar yang diampu oleh Dr. Chatief Kunjaya, M.Sc selaku Rektor Universitas Ma Chung sekaligus Mantan Presiden International Olympiad on Astronomy and Astrophysics, serta Fatan Audi Havip, S.Ikom. selaku perwakilan Humas BPAA – LAPAN Pasuruan. Peserta diajak untuk mengenal bagaimana rumusan fisika yang digunakan oleh sebuah satelit dan bahkan pesawat luar angkasa untuk dapat mengorbit bumi. Pak Kun seperti mengajak audiens dalam sebuah kelas perkuliahan dengan pembawaan yang santai dan mudah dipahami. Sedangkan di sesi seminar yang kedua, Pak Fatan menceritakan bagaimana sejarah keantariksaan Indonesia dimulai, proses dibentuknya LAPAN yang menjadi pelaku keantariksaan di Indonesia, hingga segala dinamikanya yang menjadikan LAPAN menjadi seperti sekarang ini.

Dengan moderator acara Galuh Purwasih dari ITS Astronomy Club, seminar ini mampu menyedot animo para astronom amatir dari seluruh Jawa Timur. Setelah seminar, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Hal ini bertujuan agar mereka dapat saling mengenal satu sama lain walaupun berasal dari daerah yang berbeda-beda. Pada sesi ini, peserta disuguhi dengan berbagai games yang bertujuan untuk melatih kekompakan. Dalam rangkaian acara Yuri’s Night 2019 kali ini, terdapat beberapa susunan  acara  yang  cukup  menarik  khususnya  bagi  255  astronom amatir yang terdaftar sebagai peserta, diantaranya adalah seminar astronomi bersama astronom profesional, sosialisasi keantariksaan dan keatmosferan, cooling time berupa games, menyusun paper craft model Soyuz (wahana yang digunakan oleh Yuri Gagarin dalam penerbangan antariksa pertamanya), Star Party, serta sharing knowledge antar komunitas astronom amatir se-Jawa Timur dengan Kepala BPAA LAPAN Pasuruan, Bapak Dian Yudha Risdianto, S.T., M.T., via Focus Group Discussion (FGD). Pada, FGD ini, ada tema menarik yang diangkat yaitu, ‘Konsolidasi Regional dan Prospek Pengembangan Keastronomian Berbasis Komunitas di Jawa Timur’. FGD tersebut sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian acara Yuri’s Night 2019.

Kegiatan ini pun tercatat diikuti oleh 49 komunitas astronom amatir, yang terdiri dari 21 komunitas berbasis umum, 11 komunitas berbasis perguruan tinggi, dan 13 komunitas berbasis Sekolah Menengah Atas/Sederajat, selain itu, terdapat 2 komunitas yang bahkan berasal dari luar Jawa Timur, yaitu Astronom Persis dari Jawa Barat, dan Jogja Astro Club dari DI Yogyakarta. Yuri’s Night 2019 bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, namun juga diharapkan dapat memotivasi para pegiat astronomi amatir di Jawa Timur untuk turut serta meningkatkan kesadaran akan potensi keantariksaan Indonesia, pun diharapkan bisa menjadi acara tahunan tempat para astronom amatir Jawa Timur berkumpul, sehingga koneksi dan/atau komunikasi antar komunitas astronomi di Jawa Timur bisa semakin terasa soliditasnya. Seperti filosofi dari tema kegiatan ini, meskipun pada dasarnya kita terpisah secara geografis, namun setidaknya kita dipersatukan angkasa. Karena ruang angkasa, ruang kita bersama.

Muchammad Thoyib As

Sekretaris Jenderal Surabaya Astronomy Club 2017-2020; Ketua Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2017; Ketua Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur (FOKALIS JATIM) 2018-2023

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.