Tolong pertimbangkan pembangunan Science Park di Surabaya

Star Party yang diadakan oleh Surabaya Astronomy Club (SAC) di Taman Apsari

Surabaya Astronomy Club (SAC) melihat bahwa dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih belum mampu mengimbangi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis. Fakta memerlihatkan bahwa setiap 5 menit jurnal-jurnal penelitian internasional menerbitkan penemuan-penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara para guru masih menerangkan pelajaran yang berkaitan sains berdasarkan referensi buku yang masih berkutat pada teori-teori yang dihasilkan puluhan bahkan ratusan tahun silam.

Ketertinggalan ini tidak hanya terkait dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah-sekolah namun juga terkait dengan ketertinggalan akses informasi seputar perkembangan saintek (sains dan teknologi). Ketertinggalan akses ini secara fundamental disebabkan oleh dua hal, pertama penguasaan operasional guru terhadap perangkat teknologi informasi, kedua karena belum semua sekolah mampu memenuhi ketersediaan perangkat teknologi informasi yang mampu memberikan akses informasi global yang memadai, semisal jaringan internet. hal ini pun disebabkan oleh faktor fundamental lainnya yaitu kualitas SDM dan ketersediaan finansial.Faktor pertama terkait dengan kesenjangan kemajuan teknologi dengan dunia pendidikan pada akhirnya kemudian melahirkan persoalan yang kedua yaitu ketertinggalan prestasi pendidikan.

Ketertinggalan kita sungguh memperihatinkan karena terjadi pada aspek-aspek yang fundamental. Skill membaca sangat penting.Namun budaya baca kita begitu rendah. Budaya baca terkait dengan kemauan ‘memaksa diri’ untuk membeli buku dan kemauan meluangkan waktu untuk membacanya. Kita lebih mudah menginvestasikan kemampuan finansial dan waktu senggang kita kita untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengembangan diri dan ilmu pengetahuan.Kita lebih cenderung pada pemenuhan ‘nafsu jalan-jalan’ dan tuntutan gaya hidup. Kemampuan matematika pun setali tiga uang, padahal kemampuan matematika sangatlah penting karena kemampuan berhitung sangat menunjang disiplin ilmu manapun. Kemampuan matematika juga akan berpengaruh terhadap logika dan sistematika berpikir seseorang. Begitupun kemampuan problem solving, hal ini terkait juga dengan kemampuan riset, karena riset di dalamnya mencakup kemampuan pemecahan masalah (problem solving). Kemampuan riset yang dimiliki oleh siswa akan sangat berpengaruh pada upaya melahirkan penemuan-penemuan baru yang datang dari dunia pendidikan.

Ketertinggalan dalam dunia pendidikan akhirnya juga berkorelasi dengan peringkat human development index (HDI) SDM Indonesia karena pendidikan sebagai salah satu perangkat sistemik yang ‘bertugas mengolah’ sumber daya manusia Indonesia sehingga berdaya saing global. Maka, tidaklah heran jika akhirnya kita ‘diganjar’ dengan peringkat HDI yang masih membutuhkan upaya kerja keras dan cerdas.

Begitu pula dalam bidang astronomi, bidang yang notabene langsung bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari dan butuh konsentrasi lebih dalam memahaminya justru seperti terhempaskan, hilang entah kemana tergusur oleh ilmu-ilmu ‘kontemporer’ yang semakin memperpanjang kesenjangan terhadap ilmu astronomi. Ilmu yang bagi masyarakat terlalu ‘jauh’ untuk dipahami oleh masyarakat awam, yang dianggap hanya ilmu seorang profesor, mindset seperti inilah yang salah dan harus segera diluruskan.

SURABAYA ASTRONOMY CLUB sebagai salah satu aset kota Surabaya yang bergerak di bidang science khususnya astronomi terpanggil untuk melakukan upaya – upaya dalam membantu mengenalkan kembali, mengembangkan, dan membangkitkan potensi-potensi anak-anak Surabaya khususnya di bidang science dengan mengadakan berbagai kegiatan. Didorong oleh keinginan untuk menyumbangkan pikiran demi meningkatkan minat dan mengembangkan bakat anak khususnya di bidang science khususnya astronomi. Dalam membangun semangat kreativitas anak bangsa perlu disikapi sebuah terobosan baru bagi kawula muda khususnya anak-anak usia dini di Kota Surabaya, yaitu pembangunan Science Park. Sebuah terobosan yang juga demi mengembangkan science di Indonesia ini bertujuan agar kedekatan psikologis bisa berdampak positif untuk membangun jiwa anak yang sehat demi tumbuhnya sebuah prestasi yang gemilang.

Dengan adanya Science Park di Surabaya, nantinya diharapkan bisa menjadi wadah untuk pengenalan dan pendidikan science untuk khalayak ramai khususnya anak-anak usia dini. Juga sebagai jembatan pengembangan minat kearah yang positif serta meningkatkan prestasi.

Mengacu pula pada Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang pada Lampiran butir C disebutkan bahwa salah satu sasaran pembangunan IPTEK adalah dengan terbangunnya Science Park di tiap provinsi, maka kami memohon kerjasama kepada Pemerintah, baik Kota maupun Provinsi untuk dapat membantu pengadaan Science Park ini, sehingga dapat menarik respon positif masyarakat di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya. Mudah – mudahan dengan terealisasinya Science Park ini nanti, bisa sebagai langkah strategis dalam membantu anak bangsa di Kota Surabaya untuk terlepas dan terhindar dari masalah modernisasi negatif serta dapat mewujudkan dirinya menjadi generasi berprestasi yang gemilang.

Jika Anda setuju dengan pandangan ini, Anda bisa berkontribusi dengan memberi paraf pada petisi online yang kami buat demi mendukung terealisasinya wacana besar ini.

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Anggota Dewan Pembina Surabaya Astronomy Club; Ketua Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2017

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube