TELESKOP GOES TO SCHOOL NGORO

https://scontent-lax3-2.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/fr/cp0/e15/q65/17202744_1406527342701799_4079211867132910762_n.jpg?efg=eyJpIjoiYiJ9&oh=c7ba071cb1b50db7122ba52f12b16af3&oe=595AA056

Sabtu 25 februari 2017,

TELESKOP GOES TO SCHOOL

.    Pagi itu kami tim SURABAYA ASTRONOMY CLUB ( SAC )  melakukan program SAC tele  gts ke salah satu sekolahan di ngoro, mojokerto. Tepatnya di MI MIFTAHUL ULUM dsn sekantong, desa kunjorowesi, kec ngoro. Tim SAC yang di komandoi oleh ning siti, ning ainur sebagai pembicara dan saya Cak y.f. sebagai dokumentasi.

Sekolah yang terletak di lereng gunung penanggungan itu Cukup jauh dari keramaian kota. Akses menuju ke sekolah itu cukup sulit karena harus bergantian dengan truk-truk besar yang mau mengambil pasir di desa tersebut. Meskipun menjadi daerah penambangan pasir keramahan warganya yang gak bisa ditemui di kota-kota besar. Salah satunya adalah guru-guru MI MIFTAHUL ULUM yang cukup hangat menyambut kedatangan kami. Kayaknya kedatangan kami sudah ditunggu oleh murid- murid mi miftahul ulum. Dan langsung saja kami menuju tempat yang sudah disediakan oleh pihak sekolah untuk pematerian terhadap anak-anak.  Murid kelas 4,5,6 yang menyimak penjelasan dari ning siti tentang astronomy rupanya belum begitu faham. Mungkin masih asing dengan bahasa-bahasa astronomi di telinga mereka. Tapi ning siti dan ning ainur tak gampang patah semangat, mereka menjelaskan dengan gaya bahasa yang dimengerti anak-anak. Dan benar saja suasana yang tadinya membosankan berubah menjadi ceria karena ning siti dan ning ainur berhasil mencairkan suasana dengan gaya guyonan khas arek SAC.  Setelah suasan mencair tibalah acara yang sudah ditunggu-tunggu sama anak-anak. Pengamatan matahari dengan teleskop yang dibawa ning siti. Anak-anak sangat penasaran melihat matahari dengan teleskop. Langsung saja anak-anak  berbaris antri untuk bisa meneropong matahari, yang kebetulan waktu itu cuaca cukup cerah. Dan ada sebagian yang menyaksikan menggunakan kacamata matahari. Murid-murid ku senang dengan kehadiran mas dan mbak SAC, mereka perlu hal baru dalam pembelajaran biar tidak bosan. Kapan-kapan mas & mbak SAC datang lagi kesini yaa... ucap bu ruro, guru IPA yang mengajar kelas 6 itu.

Setelah acara pengamatan matahari selesai kita kembali ke kelas untuk melanjutkan acara pembuatan sundial. Sebelum workshop dimulai anak-anak dikasih teori tentang zona waktu yang ada di dunia. Cukup kesulitan ning ainur menerangkan zona waktu kepada anak-anak karena mereka masih asing dengan bahasa-bahasa yang diterangakan. Daripada anak-anak hilang semangat, dengan sigap ning ainur menginstruksikan untuk mengambil kertas karton yang sudah dibawa anak-anak untuk pembuatan sundial. Pembuatan sundial yang dikomandoi ning siti ini membuat anak-anak sangat senang. Meskipun terlihat kebingungan kami ikut mendampingi membuat sundial. Setelah 1 jam workshop sundial, saatnya pengujian sundial di halaman sekolah yang kebetulan mataharinya masih memperlihatkan wajahnya yang cerah. Meskipun berpanas-panasan mereka menyenanginya. Apalagi hasil prakarya bisa mereka bawa pulang. Jam di sundial menunjukkan pukul setengah 11 dan itu mengakhiri rangakain acara TGS di Mi miftahul ulum desa kunjorowesi. Sebagai penutup acara kita berfoto bersama. Dan semoga ilmu yang kita sharing bisa bermanfaat untuk murid-murid  MI MIFTAHUL ULUM. aminn..