Rukyatul Hilal Syawal Surabaya Astronomy Club 1434 H

Tempat Pengamatan Hilal Syawal

Rabu, 7 Agustus 2013 adalah hari dimana SAC untuk keduaa kalinya mengikuti rukyatul hilal, sebelumnya SAC juga mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Rukyatul Hilal Ramadhan 1434 H di tanjung kodok yang telah dilaksanakan pada Senin, 8 Juli 2013. Undangan kedua untuk mengikuti Rukyatul Hilal ini datang dari Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.

SAC sebagai salah satu komunitas astronomi di Jawa Timur membawa misi untuk ikut serta dalam upaya memajukan pendidikan astronomi di Jawa Timur khususnya di Surabaya. Ilmu falak atau astronomi sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan rukyatul hilal (pengamatan terhadap bulan). Meski penggunaannya untuk menentukan awal bulan Hijriyah masih dipertentangkan, namun ilmu tersebut dirasa sangat penting. Selain itu pendekatan terhadap masyarakat juga sangat diperlukan guna meminimalisir mainset terbentuknya kesenjangan sosial terkait ilmu astronomi, juga agar pendidikan astronomi lebih familiar sehingga tercipta sebuah tatanan masyarakat yang melek astronomi, minimal rasa cinta terhadap ciptaan Tuhan semakin besar.

Setting Teleskop oleh SAC

Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB Rombongan berkumpul di Rumah Cak Sulachsono untuk briefing dan sekaligus prepare terakhir sebelum keberangkatan menuju lokasi pengamatan, lalu setelah beberapa persiapan selesai dan dirasa seluruh tim telah berkumpul, Rombongan langsung berangkat menuju Gresik. Sekitar pukul 15.00 WIB Rombongan tim Rukyatul Hilal SAC pun tiba di tempat pengamatan.

Beberapa media elektronik terlihat telah bersiap untuk meliput acara rukyatul hilal pada sore itu, beberapa rombongan perukyat dari berbagai instansi juga terlihat mulai menyiapkan peralatan guna merukyat hilal.

Pemasangan Filter Matahari pada Teleskop

Tim Rukyatul Hilal SAC yang diketuai Cak Hammam N selaku koordinator divisi observasi SAC langsung mengisi presensi kehadiran dan segera mengambil spot pengamatan yang cukup strategis guna mendukung pengamatan hilal. Tak kurang dari tiga teleskop disiapkan untuk ikut mendukung pengamatan, setting teleskop pun dimulai dan satu per satu peserta rukyat dari berbagai instansi mulai datang memadati balai rukyat.

Pelaksanaan melihat bulan atau rukyatul hilal di Bukit Condro, Rabu sore 7 Agustus 2013, telah menjadi perhatian dari masyarakat luas yang berminat untuk mengikutinya termasuk Surabaya Astronomy Club. Dilaksanakannya kegiatan ini, dimaksudkan sebagai salah satu acuan untuk penentuan awal Syawal 1434 H atau Hari Raya Idul Fitri, dalam sidang itsbat Menteri Agama yang digelar di Jakarta.

Prepare Terakhir sebelum merukyat

Pengamatan pun dimulai ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 17.32 WIB yang bertepatan dengan tenggelamnya matahari, namun di ketinggian 1°.50′ matahari sudah tak terlihat karena tertutup awan di ufuk barat. Saat itu bulan berada sekitar 3,1° di atas ufuk dengan sudut elongasi terhadap matahari sebesar 6,7°. Berselang 5 menit setelah itu, repatnya pukul 17.37 WIB Tim Lajnah Falaqiyah PCNU Gresik yang dipimpin Ust. H. Inwanuddin melaporkan telah melihat hilal tang berada di ketinggian kurang lebih 1°41′ dari ufuk, sampai 18 menit berlalu tepatnya pukul 17.50 WIB ketentuan batas waktu melihat bulan, yang menjadi kesepakatan bersama, tidak ada satupun peserta rukyah yang kembali berhasil melihat hilal.

Tim SAC di Belakang Layar

Menyikapi tentang laporan Tim Lajnah Falaqiyah PCNU Gresik yang dipimpin Ust. H. Inwanuddin yang melaporkan telah melihat hilal pada 17.37 WIB, Koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim, HM. Sholeh Hayat meneruskan info tersebut ke Majelis Sidang Terbuka Syahadah Rukyatul Hilal yang dipimpin langsung oleh Tim dari Pengadilan Agama Gresik. Setelah diadakan sidang beberapa lama, Tim dari Pengadilan Agama Gresik memutuskan mengabulkan hasil pengamatan dari Tim Lajnah Falaqiyah PCNU Gresik yang melaporkan telah melihat hilal. Dengan demikian Tim rukyat menyimpulkan bahwa di wilayah Bukit Condro, Gresik hilal terlihat. Hasil ini pun segera diteruskan ke PBNU, karena PBNU yang berhak melaporkan hasilnya ke pemerintah dalam hal ini Kantor Pusat Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta.

Panorama Sunset di Lokasi Pengamatan Hilal

Panitia Rukyat di Gresik juga menerima laporan dari tim PWNU Sulsel bahwa hilal juga terlihat di Makassar. Tahun ini, di Jawa Timur saja, ada setidaknya 12 titik rukyatulhilal, yakni Pantai Tanjung Kodok Lamongan, Bukit Condro Gresik, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Gebang Bangkalan, Pantai Nambangan Surabaya, dan Pantai Bentar Blitar. Selain itu, Pantai Awar-awar Tuban, Pantai Nyamplong Jember, Pantai Kalbut Pasir Putih Situbondo, Pantai Gili Ketapang Probolinggo, Pantai Serau Pacitan, dan Pantai Ngliyep Malang.

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Secretary, Filmmaker, Cinematography Instructor, Amateur Astronomer, Traveler, Poet, Jurist, Agrotechnologist

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube