Reportase Acara Cak Mat Hujan Meteor Geminids

Tak terasa kita telah sampai di ujung tahun 2013, telah banyak event astronomi yang diikuti dan diadakan oleh Surabaya Astronomy Club, dan mungkin penutup untuk tahun  ini adalah Hujan Meteor Geminids. Dari namanya, hujan meteor ini akan berpusat dan terlihat datang dari ‘si kembar’ Gemini, tetapi tetap dapat muncul dari arah mana saja di langit.
Geminid adalah raja dari hujan meteor. Hal ini dikarenakan intensitas hujan meteor yang sangat banyak dan salah satu yang terbaik di langit, memproduksi hingga 120 meteor per jam warna-warni pada puncaknya. Hal ini dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh sebuah asteroid yang dikenal sebagai 3200 Phaethon, yang ditemukan pada tahun 1982. Bumi yang melintas dalam aliran puing-puing 3200 Phaethon setiap tahun pada pertengahan Desember akan menyebabkan puing-puing itu terbang dari rasi Gemini. Tepatnya di dekat bintang terang Castor dan Pollux.
Hujan meteor ini bisa diamati setiap tahun dari 07-17 Desember. Puncak tahun ini pada malam tanggal 13 dan pagi 14 desember. Cahaya bulan yang memasuki fase waxing gibbous akan menghalangi beberapa cahaya meteor tahun ini, tetapi Geminids masih terlalu cerah dan banyak, Jadi tidak perlu khawatir ketinggalan pertunjukan yang bagus. Mungkin kalau pun ada yang perlu dikhawatirkan adalah hujan dan awan pekat yang bisa saja mengganggu pengamatan.
Bertempat di Anjungan kapal Kenpark, Laskar Teropong Surabaya Astronomy Club (SAC) tak ingin ketinggalan momen luar biasa ini dan berencana mengadakan ‘Cak Mat’ (Cangkruk lan Ngamat) Hujan Meteor Geminids 2013. Observasi kali ini bertambah spesial dengan bergabungnya ITS Astronomy Club (IAC) untuk bersama-sama mengamati Raja Hujan Meteor ini.
Kondisi langit saat tim observasi berkumpul sangat tidak mendukung pengamatan, mendung masih mendoominasi langit kenpark disertai rintik gerimis. Sambil menunggu lengkapnya anggota dan kondisi langit yang lebih baik, kami pun merapat di warung sambil berdiskusi terkait sejarah terbentuknya IAC dan rencana kerja sama kedepan.
Lewat tengah malam, kami pun memutuskan untuk memulai observasi dan berpindah lokasi ke Anjungan. Langit yang belum sepenuhnya cerah tak menghalangi semangat kami untuk menengadahkan kepala ke langit, melihat ke arah ‘si kembar’ yang malam itu sudah terbit dari 20.30 wib ditemani planet jupiter.
Langit malam itu menjadi lebih ramai dan mempesona dengan kehadiran ‘Joko Belek’ (Planet Mars) yang terbit tengah malam. Diikuti rasi Orion, Sirius yang terang di rasi Canis Major, Canis Minor juga rasi Centaurus dan Crux.
Langit malam yang sunyi pun sontak menjadi ramai saat para Laskar Teropong berteriak bersama ketika melihat laju fireball yang membelah langit. Ditemani snack dan beberapa permen, kami pun bercengkramah satu sama lain mengakrabkan diri. Hingga menggelar teleskop untuk mengamati satelit-satelit Jupiter yang gagah di langit. Beberapa yang lain masih asyik menanti Hujan meteor sambil bernarsis ria di hadapan kamera.
Semakin pagi, intensitas hujan meteor semakin banyak, hingga puncaknya kami berhasil mencatat 19 meteor yang berhasil teramati, plus 1 satelit yang melintas dekat jupiter pada minggu, 15 Desember 2013 sekitar pukul 04.00 WIB, kami mencoba mengidentifikasinya lewat aplikasi stellarium dan menduga satelit itu adalah satelit CZ-2C R/B (mohon koreksinya jika salah).
Tak terasa, Adzan Shubuh pun berkumandang, hampir semalam penuh kami menjaga langit kenpark dengan tatapan mata yang tertuju di Rasi Gemini, dan akhirnya sekitar pukul 04.00 WIB, kami pun memutuskan mengakhiri pengamatan Hujan Meteor pamungkas tahun ini. ‘Si Kembar’ pun juga sudah menuju peraduannya di langit Barat, dan Matahari mulai menyongsong fajar di ufuk Timur.
Reporter : Cak Thoyib

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Secretary, Filmmaker, Cinematography Instructor, Amateur Astronomer, Traveler, Poet, Jurist, Agrotechnologist

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube