Observasi Gerhana Matahari Sebagian di Surabaya

credit : LAPAN

Pada Rabu 9 Maret 2016 nanti, sebuah fenomena langit yang sungguh istimewa akan menyambangi Indonesia, apakah itu ? Gerhana matahari total. Gerhana matahari adalah sebuah fenomena astronomi dimana piringan matahari akan menghilang sebagian atau bahkan seutuhnya karena terhalang oleh bulan. Gerhana matahari bagi masyarakat Jawa termasuk peristiwa yang cukup unik, dimana telah banyak mitos yang berkembang terkait dengan salah satu fenomena langit tersebut. Salah satunya adalah menghilangnya piringan matahari dikarenakan ditelan oleh raksasa bathara kala.

Pada 9 maret 2016 nanti, tak semua wilayah Indonesia dapat menyaksikan totalitas obskurasi gerhana, namun tetap akan dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan prosentase minimal 60%. Surabaya pun demikian, walau hanya dapat menikmati gerhana matahari sebagian, namun Surabaya cukup beruntung bisa menikmati gerhana ini hingga prosentase 83.08%.

Surabaya Astronomy Club (SAC) sebagai salah satu komunitas astronomi yang ada di Surabaya, telah melakukan serangkaian kegiatan untuk mensosilisasikan gerhana matahari 9 maret 2016 nanti. Salah satunya adalah dengan mengadakan safari teleskop yang dikemas dalam bentuk pengamatan matahari bersama masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya. Kegiatan ini diadakan tiap minggu mulai tanggal 24 Januari 2016 hingga 6 Maret 2016. Bertempat di ruang-ruang publik dengan harapan dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dan menumbuh kembangkan perhatian mereka akan fenomena yang terakhir menyambangi Indonesia pada 1983 ini.

sebaran kegiatan gmt (FILEminimizer)

credit : LAPAN

Praktis dengan adanya fenomena ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selaku perwakilan pemerintah dalam bidang astronomi juga telah melakukan konsolidasi dengan pihak-pihak terkait untuk mensukseskan rangkaian acara menyambut gerhana matahari total ini. Rangkaian acara yang tengah digodok oleh LAPAN diantaranya adalah mendata dan berkoordinasi dengan setiap astronom yang ada di Indonesia, baik yang profesional maupun yang amatir untuk bersama-sama menyambut gerhana matahari ini. Tak kurang dari 19 titik sebaran kegiatan yang ada di Indonesia telah didata oleh LAPAN, mulai dari ujung barat Indonesia di Sumatera Utara, hingga ujung timur Indonesia di Ternate. Berbagai macam kegiatan telah direncanakan, seperti pengamatan publik, ekspedisi ilmiah, astrocamp, kuliah umum, lomba-lomba, ekspedisi fotografi, hingga workshop akan diadakan untuk menyambut gerhana matahari di Indonesia.

Selain itu, LAPAN berencana untuk mengadakan streaming gerhana. Beberapa titik telah diusulkan dengan berbagai pertimbangan seperti kesediaan pengamat, kesediaan piranti pendukung, akses internet yang memadai, dan lokasi yang berada di jalur totalitas gerhana. Titik-titik streaming yang kemudian diusulkan oleh LAPAN antara lain berada di Bangka Tengah, Pontianak, Palangkaraya, Surabaya, Tanah Grogot, Palu, Poso, dan Ternate.

peta kenpark-vertSesuai instruksi dari Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Surabaya dijadikan salah satu titik streaming karena telah memenuhi kriteria yang sebelumnya telah diajukan oleh LAPAN. Meskipun bukan berada di jalur totalitas gerhana, namun LAPAN merasa tetap memerlukan citra gerhana matahari sebagian yang bisa didapat dari wilayah Surabaya. SAC berencana melakukan streaming sekaligus pengamatan publik di Anjungan Nelayan, Kenjeran Park, Jl. Pantai Ria Kenjeran. Acara ini terbuka bagi masyarakat umum dan merupakan acara estafet sejak senin malam, 8 maret 2016 pukul 22.00 WIB, yang akan diisi dengan kegiatan Star Party terlebih dahulu.

Jika diruntut dari titik streaming paling barat di Bangka Tengah hingga paling timur Indonesia di Ternate, totalitas gerhana rata-rata berlangsung sekitar 2 menit. Menurut data dari LAPAN, daerah yang termasuk mengalami totalitas terlama berada di Luwuk, dengan rentang waktu kontak pertama hingga berakhirnya gerhana mencapai 2 menit 50 detik.

LAPAN juga mencatat kehadiran berbagai pengamat asing yang datang ke Indonesia. Diantaranya dari Malaysia, Belanda, Perancis, Amerika, Spanyol, Australia, dan Kanada. Para Pengamat asing tersebut tersebar di berbagai wilayah seperti di Palembang, Belitung, Palangkaraya, Tanah Grogot, hingga di Ternate. Khusus di Ternate, merupakan titik paling ramai yang dikunjungi oleh para pengamat asing, termasuk NASA dari Amerika ada di dalamnya.

Khusus di Surabaya, prosesi gerhana matahari berlangsung cukup lama yakni 2 jam 18 menit. Kontak pertama adalah pukul 06.21 WIB, puncak gerhana adalah pukul 07.25 WIB, dan kontak terakhir gerhana terjadi pada pukul 08.39 WIB. Untuk dapat mengamatinya dengan aman, masyarakat dihimbau untuk jangan melihat langsung ke arah matahari, sebab paparan cahaya dengan intensitas tinggi seperti cahaya matahari dalam waktu lama akan menembus mata dan merusak lapisan retina mata. Kerusakan mata bisa bervariasi, mulai dari penglihatan kabur hingga kebutaan permanen bisa saja terjadi. Cara yang paling aman mengamati gerhana matahari adalah dengan metode proyeksi. Bila ingin mengamati langsung, pastikan alat yang digunakan telah dilengkapi dengan filter khusus untuk pengamatan matahari.

IMG_0001-crop-crop (FILEminimizer)

credit : LAPAN

 

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Secretary, Filmmaker, Cinematography Instructor, Amateur Astronomer, Traveler, Poet, Jurist, Agrotechnologist

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube