NASA Gelar Lomba Merancang Baju Astronot Permudah Buang Air

SAC- Jika suatu hari manusia akan berlomba-lomba mengeksplorasi luar angkasa, tentu juga diperlukan sebuah rancangan metode dan sistem baru untuk kepentingan seorang astronot yang berperan dalam misi penjelajahan. Dalam situasi darurat, seperti kurangnya tekanan udara, astronot mungkin saja harus mengenakan pakaian lengkap pada jangka waktu yang lama. Hal-hal yang menyangkut kegiatan makan, minum dan bernafas menjadi hal penting yang banyak dikembangkan dalam hal pembuatan pakaian tersebut. Akan tetapi, bagaimana dengan manajemen ekskresi manusia, hal ini masih belum banyak dikembangkan sejak pakaian antariksa tersebut dibuat pertama kali. Saat ini satu-satunya solusi adalah dengan menggunakan popok untuk orang dewasa, tapi solusi itu hanya mampu bertahan seharian dan agak kurang sehat dan kurang nyaman.

NASA pun membuat sebuah gebrakan dengan, mengadakan sebuah lomba yang diperuntukkan untuk umum. Dinamakan “The Space Poop Challenge” kompetisi ini mengundang masyarakat untuk turut ambil alih dan menyumbangkan ide dalam hal sistem baru untuk sanitasi dalam pakaian astronot. Dimulai sejak November 2016, kompetisi ini memberikan hadiah yang tidak main-main yakni 30.000 US Dollar. Dr. Thatcher Cardon, serang dokter bedah di militer dan industri dirgantara adalah salah satu pemenangnya. Dengan judul “Maces Perineal Access & Toileting System (M-PATS)” Dr. Cardon berhasil menyabet hadiah utama senilai 15.000 US Dollar dan mengalahkan 21 finalis dengan ide-ide yang juga fantastis.

Terinspirasi dari tindakan bedah minim invasif (minim sayatan), M-PATS merupakan sebuah airlock (penguncian udara) yang mampu disesuaikan dengan sebuah baju antariksa untuk membantu astronot melepas pakaian dalam dan popoknya. M-PATS mirip dengan prinsip laparoskopi dan atroskopi atau bahkan teknik endovaskular yang digunakan oleh para ahli jantung, mereka juga mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dengan sayatan yang kecil seperti mengganti pakaian dalam atau popok hanya melalui lubang kecil. Katup jantung saja mampu diganti dengan kateter, dan seharusnya itu juga berlaku untuk sistem pembuangan sehingga setidaknya mampu sedikit mengangkut kotoran melalui kateter kaya Dr. Cordon.

Kompetisi ini bisa dikatakan merupakan kompetisi unik dan inovatif yang diadakan oleh NASA. Terbuka bagi semua kalangan, masyarakat diajak untuk berpikir di luar kotak. Dunia antariksa tidak hanya dipenuhi dengan teknologi fantastis yang berkaitan dengan pesawat ulang-alik atau perhitungan bintang, akan tetapi teknologi “waste management” dalam sebuah baju yang dikenakan seorang astronot ternyata juga perlu dipikirkan dengan matang dan mumpuni. Semoga dengan hadirnya teknologi ini para astronot tidak perlu lagi menggunakan popok dan buang air pun terasa nyaman. Menarik bukan? (dan)

Pic and source : http://www.medgadget.com/2017/02/nasa-herox-announce-winners-space-poop-challenge.html 

 http://www.medgadget.com/2016/11/nasa-looking-help-designing-system-collect-space-poop.html?utm_source=TrendMD&utm_medium=cpc&utm_campaign=Medgadget__TrendMD_0

AdantiWP

AdantiWP

Pengagum langit

More Posts

Follow Me:
FacebookGoogle Plus