Mengintip Bulan Bersama Masyarakat : International Observe the Moon Night 2016 di Surabaya

Logo InOMN

Ingin melihat kawah-kawah Bulan yang konon indah ? Tak perlu susah-susah pergi ke Bulan langsung kok. Cukup gabung saja dengan Surabaya Astronomy Club (SAC) di event International Observe the Moon Night (inOMN) 8 Oktober 2016 nanti. Mulai hanya melihat Bulan melalui teleskop, memotretnya, hingga mendengarkan paparan para ahli, semua akan ada di sana.

Suasana salah satu sisi Halaman Balai Kota Surabaya (Taman Surya) sabtu depan (8/10) akan disulap menjadi arena observasi Bulan oleh SAC. Dimulai pukul 18.00 WIB, para penggiat astronomi ini hendak menyelenggarakan International Annual Outreach Event yaitu International Observe the Moon Night (inOMN). Event ini merupakan event publik tahunan yang telah dimulai sejak 2010, diprakarsai oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA dan beberapa organinasi astronomi internasional lainnya, InOMN berupaya untuk mendorong minat masyarakat di seluruh dunia untuk turut serta dalam mengeksplorasi, mengobservasi, serta memahami berbagai aspek yang ada pada satu-satunya satelit alami milik bumi yaitu Bulan.

InOMN tahun ini akan terasa lebih istimewa karena SAC akan mengundang Walikota Surabaya, Ibu Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, S.T., M.T., Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Bapak Dr. Ikhsan, S. Psi, M.M., dan Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pasuruan, Bapak Dian Yudha Risdianto, S.T., M.M., untuk turut menjadi bagian dari suksesnya salah satu acara terbesar bagi komunitas astronomi di seluruh dunia ini.

Ketua SAC, Cak Hammam terlihat sangat bergairah pra acara. Itu bisa dimaklumi karena event ini merupakan jembatan bagi SAC untuk mengkampanyekan pembuatan science park di Surabaya serta kesiapan SAC kaitannya dengan edukasi astronomi di berbagai instansi pendidikan di Surabaya.

Cak Hammam dan kawan-kawan jelas sangat bersemangat. Berbekal peralatan pendukung pengamatan seperti teleskop, binokuler, laser pointer, dan lain sebagainya, mereka akan mengajak masyarakat Surabaya untuk mengamati Bulan secara lebih dekat. Teleskop yang akan disediakan oleh SAC juga terhitung cukup canggih untuk ukuran amatir. Dengan alat-alat tersebut, masyarakat akan dapat mengamati kawah Bulan dengan sangat jelas. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Pemerintah Kota Surabaya yang akan menyediakan proyektor supaya masyarakat bisa melihat wajah Bulan dengan citra yang lebih besar. Selain Pemerintah Kota Surabaya, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) khususnya Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pasuruan yang bahkan menyiapkan 2 teleskop barunya untuk dibawa ke Surabaya.

Menurut prakiraan cuaca (AccuWeather), pada hari pelaksanaan InOMN nanti, Surabaya diprediksi akan mengalami hujan singkat pada petang hari. Namun hal ini belum cukup untuk menggoyahkan semangat Cak-Ning SAC dalam menyukseskan InOMN 2016. Memang, banyak sekali situs maupun aplikasi astronomi di smartphone yang memungkinkan mereka melihat dan menikmati keindahan Bulan secara langsung, namun bagi Ketua Pelaksana InOMN 2016 di Surabaya, Cak Saifuddin Zuhrie, tidak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan ketika bisa mengamati citra Bulan bersama masyarakat.

Bagi Cak-Ning SAC, mendekatkan astronomi ke masyarakat adalah tujuan utamanya. Astronomi seringkali disalahartikan oleh masyarakat awam. Stigma yang terpelihara di masyarakat meyakini bahwa astronomi kalau tidak dianggap sebagai ilmu yang sangat sulit dipahami, ya klenik (astrologi), belum lagi mengingat soal keuntungan praktis mempelajari ilmu ini. Padahal semuanya itu kurang tepat.

Astronomi sejatinya adalah ilmu yang mempelajari celestial objects (objek-objek langit seperti bintang dan planet). Sekilas memang tak ada hubungannya dengan kehidupan di bumi. Namun, sebenarnya keduanya tak bisa saling menafikan dan memiliki keterkaitan yang amat erat. Hal itu dibuktikan dengan penemuan jejak peradaban yang berlandaskan perhitungan ilmu astronomi pada semua peradaban kuno di dunia, sebut saja suku Maya, Mesopotamia, hingga Tiongkok.

Mengingat visi SAC yang ingin menjembatani masyarakat dalam mengenal ilmu astronomi, membawa konsekwensi yang mana SAC dituntut untuk mampu membingkai astronomi ini agar mudah dipahami oleh masyarakat awam. InOMN 2016 ini merupakan salah satu ajang menuju pemasyarakatan astronomi, yang kemudian bermuara pada awareness atau kepedulian masyarakat akan alam semesta pada umumnya, dan ilmu astronomi ini pada khususnya. Paling tidak, untuk saat ini SAC telah menawarkan solusi berupa wadah bagi para pecinta jagat raya (khususnya yang berada di Kota Surabaya dan sekitarnya) supaya bisa lebih memahami dan mensyukuri betapa Tuhan telah memberi nikmat yang tiada tara berupa alam semesta ini. SAC pun yakin, setiap orang dalam hatinya pasti memiliki rasa ingin tahu yang mendalam mengenai misteri yang tersimpan di balik megahnya alam semesta ini. Melalui InOMN 2016, SAC mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mencoba mengungkap salah satu misteri alam semesta yaitu Bulan. Tertarik untuk bergabung dalam misi ini ?

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Secretary, Filmmaker, Cinematography Instructor, Amateur Astronomer, Traveler, Poet, Jurist, Agrotechnologist

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube