Menggenggam Matahari Diatas Ka’bah, Luruskan Kiblat

matahari sore
matahari sore

Bumi berbentuk bola berotasi 24 jam sehari,beredar mengelilingi matahari 365 hari lamanya dalam sekali putaran penuh. kemiringan rotasi Bumi mengakibatkan garis semu peredaran matahari tidak hanya melewati satu wilayah tetap khatulistiwa setiap hari, namun selalu berpindah dari hari ke hari. Dan di tanggal 27-28-29 Mei pukul 12.18 waktu Mekkah atau 16.18 waktu Indonesia Barat (WIB) adalah waktu dimana matahari tepat melintas diatas Ka’bah yang secara astronomis disebut sebagai transit Meridian atau kulminasi atas atau dalam ilmu Falak Islam dikenal dengan istiwa’ Azzam. manfaat dari fenomena alam tahunan ini adalah kita bisa menentukan arah kiblat secara akurat dan sangat praktis.
istiwa' A'dhom

Tunjuklah matahari sore itu, kemudian tarik garis tegak lurus kebawah, itulah lokasi Ka’bah yang menjadi arah kiblat yang presisi.
cara lain yang bisa kita lakukan misalkan untuk mengkalibrasi arah kiblat masjid/musholla kampung kita adalah dengan cara menggantungkan seutas tali yang diberi beban diujung bawahnya agar tali dapat tegak lurus. lihat bayangan yang dihasilkan maka bayangan tersebut secara akurat akan menunjuk kearah kiblat. cara seperti inilah yang dilakukan oleh cak Bachrul Yafi untuk meluruskan kiblat musholla pondok pesantren Burhanul Hidayah tempat dia dulu menuntut ilmu agama yang terletak di desa Jenggot kecamatan Krembung kabupaten Sidoarjo. dibantu oleh ust. Heri Siswanto, Ahmad Fathoni, dan Hadi Shofian, kalibrasi arah kiblat pun berjalan dengan lancar.
Yafi 1
yafi 2
yf 3
proses kalibrasi arah kiblat di ponpes Burhanul Hidayah memanfaatkan fenomena transit Meridian/ istiwa’ Azzam ,saat matahari tepat diatas Ka’bah.
(credit: Hadi Shofian)

bahkan cak Yafi, sapaan akrabnya di komunitas Surabaya Astronomy Club, tidak hanya melakukan koreksi arah kiblat dengan satu metode sederhana tersebut, tapi dia juga mempraktekkan hasil belajarnya di sekolah hisab rukyat yang diselenggarakan lembaga Lajnah Falakiyah NU Sidoarjo beberapa hari sebelumnya dimana dia juga menggunakan metode hitung rumus segitiga bola. setelah mengetahui koordinat geografis Ka’bah di 21°25’25″LU, 39°49’39″BT dan koordinat lokasi pengamatan di ponpes yakni 7°29’35,44″LS, 112°44’31,64″BT maka didapatilah bahwa Ka’bah terletak kearah Barat serong sedikit ke Utara sebesar 24° (24°5’28,7″) atau pada azimuth 294,11° dari ponpes tsb. dari hasil perhitungan astronomis itu pula cak Yafi juga telah mendapati bahwa Ka’bah terletak pada jarak 8.590,697 Km dari pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Muhammad Sonhaji AS tersebut.
yf4

Setiap tahun, peristiwa matahari melintas diatas Ka’bah ini terjadi 2 kali yakni setiap tanggal 28 Mei pukul 16.18 WIB, dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. (sehari sebelum dan sesudah tanggal tersebut di jam yang sama juga masih akurat).
alihlas
kalibrasi arah kiblat musholla Al ihlas, Berbek waru Sidoarjo memanfaatkan sinar matahari yang masuk melalui jendela saat istiwa’ Azzam.

bisakah kita menentukan arah kiblat berpatokan kedudukan matahari selain di tanggal tersebut?
tentu saja bisa asalkan kita sudah mengetahui nilai sudut Ka’bah dari lokasi kita. ambil contoh azimuth Ka’bah untuk lokasi ponpes Burhanul Hidayah diatas dimana azimuth Ka’bah terletak pada 294,11°, maka tinggal kita samakan saja kapan matahari berada di koordinat tersebut. semisal kita ingin mengetahui arah kiblat pada tanggal 17 Agustus, jam berapakah kita bisa menentukan arah kiblat pada tanggal tsb? Dengan sedikit bantuan aplikasi simulasi langit (misal stellarium) kita tinggal mencocokkan saja bahwa matahari pada tanggal 17 Agustus akan berhimpit pada azimuth 294,11° pada pukul 14.38 WIB, dimenit itulah posisi matahari akan segaris lurus dengan Ka’bah sehingga bayangan yang jatuh pada jam dan menit tersebut akan tepat lurus menghadap Kiblat.

yf5
kompas dan busur, alat bantu menentukan arah kiblat

bagaimana bila menentukan arah kiblat menggunakan Kompas?, terlebih saat ini Kompas sudah banyak hadir di perangkat smartphone yang juga banyak developer yang mengembangkan aplikasi penunjuk arah kiblat. aplikasi Kompas bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat,namun kita juga harus menyadari bahwa kompas tidak selalu menunjuk arah Utara sejati karena kerja kompas dipengaruhi oleh Medan magnet bumi yang terus bergerak aktif walau penyimpanannya tidak besar. Dan jarum Kompas juga dipengaruhi oleh logam sehingga saran kami bila Anda ingin mengkalibrasi arah kiblat sebuah masjid atau musholla di dalam rumah Anda menggunakan Kompas konvensional ataupun aplikasi Smartphone penunjuk arah kiblat berbasis Kompas, hindarilah menggunakan peralatan tersebut didalam gedung karena besi besi dalam rangka bangunan dapat mempengaruhi akurasi Kompas sehingga Kompas pun akan menunjuk ke arah yang salah. lakukanlah dari luar gedung yang sejauh mungkin dari keberadaan logam, buatlah garis sejajar dari luar gedung tersebut menuju kedalam bangunan masjid atau musholla di dalam rumah Anda.

Begitu pentingnya sholat menghadap kiblat bagi umat muslim, hingga dalam sejarahnya ketika Rasulullah melaksanakan sholat dhuhur bersama para sahabat di Madinah yang kala itu berkiblat menghadap Masjidil Aqsho langsung putar arah ke arah Masjidil haram saat berbarengan dengan turunnya surat Al-Baqarah 144 tanpa membatalkan sholatnya.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۥ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 144)

Hammam N

Hammam N

Ketua Surabaya Astronomy Club

More Posts

Follow Me:
Facebook