Mengenal Noda di Permukaan Luna

<img src="image” alt=”” /> Luna atau Bulan adalah satelit bagi planet kita, Bumi. Objek paling terang di langit malam ini mempunyai corak permukaan yang tidak rata. Bila dilihat dengan mata telanjang, akan terlihat corak gelap yang menghiasi permukaan Bulan. Corak gelap itu yang dinamakan “Mare”.

Mare dapat ditemukan di seluruh sisi dekat Bulan, 31% dari total permukaan sisi dekat Bulan adalah Mare. Mare atau Laut Maria adalah daratan basalt yg luas terbentuk oleh pembekuan banjir magma akibat erupsi vulkanik purba pada beberapa miliar tahun yang lalu.

Berikut ini adalah beberapa daftar Mare di sisi dekat Bulan :
– Mare Fecunditatis : 840 km ( diameter )
– Mare Crisium : 555 km
– Mare Tranquillitatis : 873 km
– Mare Serenatis : 674 km
– Mare Frigoris : 1,446 km
– Mare Imbrium : 1145 km
– Mare Nubium : 715 km
– Mare Cognitum : 376 km
– Mare Humorum : 389 km
– Oceanus Procellarum : 2592 km

Selain Mare terdapat juga kawah kawah besar yang menghiasi permukaan Bulan. Kawah kawah besar ini umumnya terbentuk akibat tumbukan meteor atau asteroid yang menabrak Bulan. Kawah kawah besar tersebut akan jelas teramati bila dilihat melalui piranti piranti astronomi seperti teleskop.

Berikut adalah daftar kawah besar Bulan yang teramati :
– Kawah Tycho : 86,21 km ( diameter ) / 4,8 km
( kedalaman )
– Kawah Aristarchus : 40 km / 3,7 km
– Kawah Grimaldi : 173,5 km / 2,7 km
– Kawah Copernicus : 93 km / 38 km
Gambar tersebut menunjukan dimana letak beberapa Mare & Kawah yang disebutkan