‘Melihat’ Yang Tak Terlihat

Herschel experiment

Bagaimana kamu menyalakan sebuah televisi dan mengganti chanelnya hanya dengan sebuah remot yang tidak ada kabel yang menghubungkan keduanya, tak juga butuh mengisi pulsa karena tak ada kartu perdana didalamnya.
Adalah inframerah, seberkas radiasi elektromagnetik yang kini banyak digunakan dalam peralatan elektronik disekitar kita seperti remot AC, DVD, termometer, dan pintu otomatis di mall mall kesemuanya memanfaatkan kerja cahaya infra merah.
Bagaimana kita tahu bahwa infra merah adalah bagian dari cahaya sedangkan mata kita tak pernah melihatnya?
Ilmuan Jerman penemu planet Uranus bernama William Herschel pada tahun 1800 dalam penelitiannya mengamati hamburan cahaya pelangi yang dibiaskan oleh prisma, ia mengukur suhu setiap warna dan mendapati bahwa suhunya semakin meningkat dari warna biru, kuning, dan merah. Namun ilmuan yang juga komposer musik ini terkejut kala menggeser termometer ke bayangan kosong tak berwarna diluar warna merah yang ternyata suhunya semakin tinggi. Ia pun menyadari bahwa ini berarti ada cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata, tapi Cahaya itu nyata adanya karena ada energi yang cukup tinggi. Cahaya sejatinya adalah bentuk dasar energi.
Kini ilmu pengetahuan modern menyadari bahwa cahaya yang bisa terlihat mata atau cahaya tampak hanyalah secuil batas gelombang elektromagnetik yang bisa kita amati langsung, selebihnya masih ada gelombang infra merah, ultra ungu, X-ray, Gamma, juga gelombang radio. Cahaya tampak hanya memiliki panjang gelombang sekitar 400 hingga 700 nano meter.

Berbagai panjang gelombang ini juga dimanfaatkan untuk pengamatan obyek langit dari sisi yang berbeda.

Saya pun mencoba mengulang experimen yang dilakukan oleh William Herschel sekaligus memenuhi proposal NASE IAU (Network for Astronomy School Education) dalam peringatan hari cahaya (IDL – Internasional Day of Light 2018)


Hasil pengamatan yang saya lakukan juga mendapati bahwa suhu paling tinggi didapat dari baris warna kosong disebelah warna merah.

Kembali ke laptop, eh remot..!
Buat kamu yang pingin eksperimen sederhana, ambil remot TV tekan sembarang tombolnya, lihat apakah kamu melihat sinarnya dari lampu LED diujung depannya?
Kalau tidak, coba arahkan kamera ponselmu kearahnya dan lihat bagaimana hasilnya…
Ssst,kameramu bisa juga melihat sinar inframerah cak…
Selamat mencoba

Hammam N

Pembina di Surabaya Astronomy Club.

More Posts

Follow Me:
FacebookYouTube

Comments(2)
  1. Almira June 2, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *