Safari Teleskop Bangil & Pengenalan Astronomi di MINU Waru 2

Antusiasme luar biasa masyarakat Bangil

Safari Teleskop adalah salah satu agenda dari SAC yg bertujuan untuk lbh mendekatkan astronomi pd masyarakat. Setelah kota Sidoarjo yg mendapat giliran pertama, kali giliran Bangil yg jadi tuan rumah. 7 Juni 2014 adalah waktu yg ditentukan. Berbekal pengalaman pada penyelenggaraan event InOMN 2013 yg lalu, kami selaku koordinator Safari Teleskop Bangil berinisiatif membagikan undangan kpd sekolah2 SD, SMP dan SMU. Dgn disebarkannya undangan ke sekolah2 tersebut kami yakin event kali ini akan banyak pengunjung terutama dari siswa sekolah.

Begitu undangan selesai dibuat oleh Cak Thoyib, kamipun segera bergerilya menyebar undangan ke sekolah2. Ada lebih kurang 21 sekolah yg kami undang. Dan rata2 sambutan baik yg kami dpt. Kami sebenarnya sedikit pesimis dgn undangan tersebut karena untuk jenjang SD dan SMP sedang menjalani UAS.

Hari H pun tiba. Teman2 SAC di Surabaya yg akan ikut even ini start dari Taman Apsari pukul 16.00 wib. 50km perjalanan ke Bangil, entah apa yg ada dibenak rekan2. “Awang-awangen”, mungkin itu ungkapan yg tepat untuk menggambarkan perasaan rekan2 SAC dari Surabaya yg akan berangkat ke Bangil.

Pukul 17.30an, Cak Thoyib beserta rombongan sampai di alun2 Bangil, titik observasi event kali ini. Ternyata sejak pukul 17.00 sdh ada siswa dan guru yg menunggu kedatangan rombongan SAC.

Setelah sholat magrib, satu persatu tele dirakit. Blum tele selesai dirakit antrian siswa dan masyarakat sdh mengular, pertanda antusias yg sgt besar. Ada 4 obyek langit yg rencananya akan diobservasi yaitu Bulan, Jupiter, Saturnus & Mars. Tp sayang pandangan ke sang raksasa Jovian sdh keburu terhalang gedung. Akhirnya 3 tele TWB untuk observasi bulan, 3 tele astromaster untuk observasi saturnus dan 1 tele powerseeker untuk observasi mars. Daaannn…observasipun dimulai. Satu persatu warga Bangil mulai menikmati 3 benda langit melalui teleskop. Berbagai komentar keluar dari mulut warga, ada yg bilang wooww, ada yg menyebut keagungan Tuhan tp banyak juga yg bersalam khas Bangil (red. Jan**k)  .

Amazing…itu kata Cak Thoyib tentang antusias warga Bangil pada event kali ini. Saking banyaknya warga yg hadir sampai ke 16 Cak Ning SAC hrs bekerja keras dlm melayani warga yg ingin melihat kebesaran Tuhan lewat teleskop. Tp itu tdk mengurangi semangat Cak Ning yg hadir. Dan membludaknya warga ini terjadi hampir 2,5 jam terus menerus. Alhamdulillah, ternyata ide kami sbg tuan rumah untuk menyebar undangan membuahkan hasil dgn hadirnya banyak siswa sekolah, guru2 bahkan ada 1 kepala sekolah yg hadir. Mungkin cara sebar undangan bisa diterapkan pada event Safari Teleskop berikutnya.

Jumlah masyarakat yang membeludak saat Safari Teleskop Bangil

Tak terasa 3,5 jam kami berbagi dgn masyarakat Bangil hingga pada pukul 22.00 kami hrs mengakhiri event kali ini. Sebenarnya msh ada saja warga yg msh tertarik, tp karena rekan2 masih harus menghadiri event Persami MINU di Waru maka kami hrs menutup lapak kami.

Walau lelah, tp senyum lega dan puas terlihat dari wajah Cak Ning SAC. Setelah beres2 teleskop dan beristirahat sejenak, tepat pukul 22.30 rekan2 SAC dari Surabaya melanjutkan perjalanan ke acara selanjutnya di Waru. Dan untuk Ning Siti, beliaunya pulang ke Mojosari

Terima kasih, itulah kata yg dpt kami haturkan untuk Cak Ning SAC yg sdh bersedia hadir pd event Safari Teleskop Bangil kali ini. Mudah2an apa yg sdh kita lakukan akan mendapat balasan yg setimpal dari Tuhan YME. Amin. Dan selamat bertemu pada event Safari Teleskop berikutnya.

***

. . . . . .  .7 juni,2014. 23:30 wib. . . . . Tim laskar Tropong SAC tiba di pos kedua, Sekolah MINU WARU 2. Sebanyak 7 orang yang

tersisa dari event pertama SAFARI TELESKOP BANGIL melanjutkan untuk acara yang diprakarsai oleh cak Ansor Kd selaku guru kelas sekaligus Pembina pramuka di sekolahan tersebut yang pada waktu bersamaan juga mengadakan persami (perkemahan sabtu minggu) dan tertarik untuk memberikan pengetahuan kepada murid-muridnya tentang ilmu astronomi. Sebagai praja muda karana,jiwa setiap anggota pramuka memang dituntut untuk bisa hidup mandiri dan survive dimana saja laksana tunas kelapa. Astronomi melalui navigasi langitnya akan sangat membantu siapa saja untuk menemukan arah dengan tepat. Sehingga jikalau suatu ketika di rimba yang gelap, didalam lautan yang sunyi, ditengah gurun yang tak bertepi, atau dimanapun diri tersesat arah,navigasi langit akan membantu kita untuk menemukan arah jalan pulang.

Sebulumnya SAC telah mengutus cak Syahdan filsafan yang juga kebetulan tinggal di kecamatan waru  untuk lebih dulu menghadiri undangan ke sekolah yang terletak tak jauh dari balai desa Waru tersebut. Pukul 8 malam cak Syahdan sudah menuju lokasi dan memulai mukaddimah keastronomian kepada adik-adik pramuka. Berbagai ‘jurus’ telah ia keluarkan sembari menunggu teman-teman SAC dari Bangil datang menyusul. Dasar-dasar ilmu astronomi, latihan pengoprasian teleskop, hingga pemutaran video-video astronomi telah ia sampaikan,Namun karena tim SAC dari Bangil tak jua datang,dan waktu yang beranjak larut malam, Pembina pramuka pun memutuskan untuk memberikan waktu kepada siswa-siswi untuk istirahat.

Antusiasme Siswa-siswi MINU Waru 2 saat pengamatan Saturnus

Setelah tim laskar tropong SAC sudah datang, maka dengan segeralah kita membuka seluruh peranti teleskop dan menyiapkannya di tengah lapangan sekolah. Sebelumnya kami meminta maaf kepada panitia setempat dan berfikir untuk membatalkan acara tsb dikarenakan siswa-siswi peserta persami sudah mulai beranjak istirahat. Kita tak ingin mengganggu mimpi indah mereka. Namun Pembina pramuka meminta kami untuk tetap melanjutkan acara karena sudah berjanji kepada siswa didiknya untuk memperkenalkan ilmu astronomi. Diluar dugaan,ternyata antusias peserta tak kalah tinggi dibanding dengan peserta safari teleskop bangil. Siswa2 pun bangun dengan sendirinya,dan mulai memadati lapangan kembali. Dengan tertib mereka bergiliran mengintip indahnya planet saturnus,mars, dan juga bulan melalui 3 teleskop refraktor yang telah digelar. Bulan yang sudah mendekati ufuk,membuat sebagian mereka tak sabar untuk melihat lebih dulu dari teman-temannya.

Waktu menunjukkan pukul 1:00 dini hari, diiringi hujan ringan,peserta persami pun harus kembali ke tempat istirahat mereka karena masih ada agenda kegiatan untuk mereka dipagi harinya.

Tim laskar tropong yang kelelahan karena acara yang padat hari itu memilih untuk beristirahat pula di masjid sekolahan,walaupun
hanya cak Alfan dan cak Hammam yang berhasil memejamkan mata. Cak sulachsono, cak thoyib, cak Budi, cak Catur, dan ning Niza memilih untuk tetap terjaga dan mendiskusikan pelbagai dinamika astronomi global dan kaitannya dengan Surabaya Astronomy Club. Hingga usai sholat subuh,barulah tim laskar tropong SAC melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing-masing.

Terimakasih bapak kepala sekolah beserta wakil, seluruh Pembina pramuka, dan adik-adik peserta persami MINU WARU 2 atas sambutannya,sajian hidangannya,tempat,dan suasana yang sangat bersahabat,serta semuanya. Semoga dari kegiatan yang sangat positif ini semua mendapat manfaat dan hikmah yang besar dan semakin mengantarkan kita kepada Indonesia yang lebih cerdas dan berwawasan luas.

 

Ttd,

Koordinator Safari Teleskop Bangil,                                                 Koordinator Pengenalan Astronomi di MINU WARU 2,

Cak Agus & Ning Emi                                                                                #haM45