Kunjungan Ilmiah Surabaya Astronomy Club ke LAPAN Watukosek

SAC di LAPAN Watukosek

Bolak-balik cak son ke LAPAN watukosek beberapa saat lalu demi terselenggaranya salah satu agenda SAC 2014,berbagai perizinan telah beliau penuhi. Dan pada klimaknya, Selasa, 29 april 2014 agenda tersebut pun terlaksana. Sambutan hangat langsung kami terima dari cak Ir. Bambang Setiahadi pamudji dan cak Nanang, pimpinan balai observasi matahari LAPAN Watukosek, Pasuruan. Pagi itu sekitar pukul 9.00 rombongan anggota  Surabaya Astronomy Club (SAC) dari Bangkalan Madura sudah tiba duluan. Tak tanggung-tanggung, 20an laskar tropong SAC diusung oleh ning Catur yang menjabat sebagai perwakilan ketua SAC wilayah Bangkalan sekaligus sebagai ketua umum Bangkalan Astronomy Club. Disusul kemudian anggota SAC dari Sidoarjo; cak Agung setiawan, cak Bachrul Yafi, dan cak Hammam disaat yang hampir bersamaan.

Kunjungan kali ini bisa dibilang paling kompleks dan berkualitas. Anggota-anggota SAC dari wilayah banyak yang berdatangan. Dari gersik ada ning Alfi Salamah, dari Bangil ada ning Emi yang membawa sekaligus dua buah hatinya; cak Dafa dan cak Panji. Dari Mojokerto ning Siti membawa tetangganya satu keluarga, dan tentu saja dari Surabaya ada cak Dani, cak Budi, ning Niza,dan tak ketinggalan, Cak Sulachsono kepala divisi observasi SAC (sekarang katanya dapat tambahan jabatan lagi,kepala LAPAN pakal benowo :D ).

Ir. Bambang Setiahadi, M.Sc (Kepala SPD Watukosek)

Observatorium matahari LAPAN di watukosek berdiri sejak 1987,dan sampai hari ini masih terus aktif mencatat segala aktifitas matahari.bahkan data yang berhasil dibubuhkan telah melampaui jumlah data manual yang dimiliki oleh Negara Jepang dan Negara-negara lain.pertahun,LAPAN watukosek bisa menghasilkan sunspot sketch hingga 300an gambar, sedangkan jepang baru sekitar 100 sunspot sketch pertahunnya.  Di sesi pertama, anggota SAC diajak cak Bambang untuk menyelami alam semesta. Dari bagaimana alam semesta tertentuk, galaksi, cluster, nebula, kelahiran bintang beserta planet-planetnya, sekaligus proses-proses apa saja yang menyertainya. Karena balai observasi yang beliau pimpin adalah observatorium matahari, maka cak Bambang lebih banyak menguraikan tentang bintang yang dikelilingi bumi, tempat tinggal kita ini.

Cak Bambang menjelaskan bagaimana matahari terbentuk. Bagimana Hidrogen bereaksi fusi menjadi Helium, bagaimana flare matahari bisa terbentuk dari sunspot yang meletupkan gelombang elektromagnetiknya, yang dalam skala yang intens bisa mempengaruhi radio komunikasi di bumi yang biasa disebut angin matahari atau badai matahari.sunspot yang yang rata-rata muncul dan akhirnya menghilang dalam kurun waktu 35 hari. Dijaman yang serba otomatis sekarang ini, ternyata LAPAN mencatatkan tiap bintik matahari  dengan cara manual yang biasa disebut sunspot sketch. Bukan tanpa alasan, karena sampai sejauh ini pencatatan  sunspot yang diakui dunia internasional adalah hanya dengan metode tersebut.

Pengenalan instrumentasi di LAPAN Watukosek

Cak Bambang juga tak lupa menguliti lapisan-lapisan kulit,kerak,hingga inti matahari dengan bahasanya yang ringan dan mudah dimengerti. Beliau berkali-kali mengingatkan kepada kita akan besarnya keagungan tuhan. Dari berbagai fenomena-fenomena astronomi beliau mengingatkan betapa nyatanya keberadaan tuhan yang patut kita agungkan dan kita sembah. Sepertihalnya ketika beliau menjelaskan tentang Nutrinos, dimana partikel dari reaksi inti matahari ini sanggup menembus apa saja. Bayangkan jika partikel ini menembus tubuh kita dan memproyeksikannya di tepian alam semesta atau dimana saja, maka terpancarlah segala gerak gerik kita dalam proyeksi tersebut, mengingatkan akan tugas malaikat Rokib Atit yang bertugas mencatat setiap amal perbuatan manusia yang bahkan dalam skala atom sekalipun. Setiap kali menyadari akan hal ini, cak Bambang mengaku selalu merinding dan takut sendiri dan membuat beliau lebih bertaqwa dan hati-hati dalam bersikap.

Diskusi ilmiah yang dibawakan oleh cak Bambang memunculkan banyak sesi Tanya jawab dari anggota-anggota SAC yang hadir,sehingga suasana terasa hidup dan meriah.

Dalam sesi kedua, para laskar tropong SAC diajak ke laboratorium sekaligus observatorium matahari yang gedungnya terletak persis di seberang gedung kelas.  Disitu,lagi-lagi cak Bambang menjelaskan berbagai peralatan yang dimiliki LAPAN watukosek lengkap dengan cara pembuatan dan pengoperasiannya. Tak sedikit dari peralatan tersebut yang ternyata juga dibuat sendiri oleh LAPAN watukosek. Ternyata prinsip Astronomi Tidak Mahal juga diterapkan disini. Hal ini tentu menginspirasi dan memberi semangat kepada kita semua untuk tidak ragu dan berani dalam mengkreasikan sendiri peralatan astronomi yang kita miliki.

Laskar Teropong Surabaya Astronomy Club

Di penghujung kunjungan SAC, cak Bambang menyampaikan betapa senangnya dengan kunjungan SAC dan membuka tangan lebar-lebar kepada siapa saja anggota SAC untuk berkunjung lagi dan bekerjasama serta kesiapan untuk membantu setiap kreatifitas kita.

Terimakasih cak Bambang, cak Nanang, beserta para ilmuan LAPAN watukosek yang memberi kita sambutan dan ilmu dengan sangat ramah dan kekeluargaan. Maaf telah banyak merepotkan. Semoga kunjungan SAC bermanfaat untuk dunia keastronomian nusantara kedepan.

 

 

Reporter ; #ham45 pleiades

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Secretary, Filmmaker, Cinematography Instructor, Amateur Astronomer, Traveler, Poet, Jurist, Agrotechnologist

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube