Jatim Siap Sambut Gerhana Bulan Total Terpanjang Abad Ini

GBT cak Soleh

JANGAN TIDUR di tanggal 28 Juli 2018 Sabtu dinihari nanti, siapkan kopi dan singkong bakar banyak banyak, pasalnya kamu akan berkesempatan menyaksikan gerhana Bulan total terpanjang dekade ini. Bagi yang muslim, siapkan juga sajadah untuk sholat gerhana dan sholat tahajud karena gerhana akan berlangsung pada sepertiga malam terakhir, siapa tahu munajatmu untuk meminang dirinya dikabulkan oleh-Nya dimalam tsb, eeaa..

Gerhana Bulan Total (GBT) nanti adalah GBT kedua di tahun 2018 setelah Januari lalu telah kita saksikan bersama-sama. GBT kali nanti akan dimulai dengan fase gerhana bulan penumbral pada Sabtu dinihari tanggal 28 Juli pukul 00:14 WIB disusul gerhana bulan parsial pada 1:24 WIB. Fase total dimana seluruh permukaan Bulan telah berubah memerah padam sepenuhnya akan mulai beringsut pada pukul 2:30 WIB dan berakhir pada 4:13 WIB, sejenak menjelang adzan subuh berkumandang. Lamanya fase GBT yang mencapai 104 menit atau 1 jam 44 menit menjadikannya sebagai GBT terlama di abad ini. (Secara keseluruhan proses gerhana dari penumbral-parsial-total hingga berakhir penumbral berlangsung selama 6 jam 14 menit).

Simulasi GBT 28 Juli 2018 dipantau dari Surabaya.

Dimana kita bisa menyaksikan GBT 28 Juli?
Lagi lagi seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur berkesempatan menyaksikan GBT kali ini walau dalam durasi yang berbeda-beda. Di Surabaya sendiri kita dapat menyaksikan hampir keseluruhan proses gerhana selama 5 jam 35 menit, kesempatan kita hanya terhenti dikala Bulan tenggelam pada pukul 5:49 WIB, hanya setengah jam sebelum gerhana bulan penumbral berakhir.

Mengapa saat GBT Bulan berwarna merah padam atau merah darah?
Simak jawabannya dalam video berikut:

###

LEC, Lunar Eclipse Camp.
Takut ngamat GBT sendirian ditengah malam?
Gak mau ngamat GBT hanya ditemani nyamuk?
Pingin punya pengalaman ngamat GBT yang paling berkesan?

Walaupun di Jatim belum banyak fasilitas pendukung edukasi astronomi, bahkan sekedar planetarium pun belum ada selain planetarium di museum Loka Jala Crana yang penggunaannya sejatinya lebih diperuntukkan sebagai pelatihan navigasi militer. Sepertihalnya Jakarta, Jogja, dan Tenggarong yang telah lama memiliki planetarium publik yang setiap harinya dikunjungi oleh ratusan siswa dan masyarakat untuk belajar mengenal dinamika alam semesta, maka selayaknya pula Jawa timur tak jauh tertinggal, wes wayahe Jatim punya planetarium.
Mengapa?
Masyarakat Jatim patut bangga, Jatim adalah gudangnya komunitas astronomi, hampir di setiap kota & kabupaten di Jawa Timur sudah punya komunitas Pengamat langit, dan pada kesempatan GBT ini semua komunitas tersebut akan berkumpul menjadi satu membuat acara GBT yang paling berkesan, Merangkai berbagai macam acara yang spektakuler, mendirikan tenda di bukit watukosek di BPAA LAPAN Pasuruan dalam tajuk LEC Jatim, Lunar Eclipse Camp Jawa Timur. Acara tsb rencananya akan diselenggarakan pada 27-28 Juli 2018 dengan berbagai susunan acara diantaranya silaturahmi, sharing komunitas, kuliah umum, workshop astrofotografi, dan tentu saja pengamatan Gerhana Bulan Total bersama.

Informasi selengkapnya tentang LEC silahkan kunjungi laman Instagram dan contact person yang tertera.

Hammam N

Pembina di Surabaya Astronomy Club.

More Posts

Follow Me:
FacebookYouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *