Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2017; Sepilihan kisah

Logo JANAKA

Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2017 sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh segenap astronom amatir nusantara. Mereka semua berkumpul di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BPAA – LAPAN) Pasuruan untuk mengikuti jambore yang pertama kali diselenggarakan dalam sejarah keastronomian amatir di Indonesia tersebut, jum’at hingga minggu, 22 – 24 september 2017.

 

Bahkan sejak kamis (21/9) petang, komunitas Astronom Amatir Makassar (AAM) telah mendarat di Surabaya dan langsung menuju ke Pasuruan. Uniknya, kebanyakan dari Anggota AAM terkejut ketika sampai di LAPAN Pasuruan. “Ketika di Pos Satpam, kami langsung disambut, ditanya apakah dari AAM Makassar, apa ini yang namanya Dimas, saya kan kaget, apa orang ini paranormal ya?”, ucap Dimas Suharto, Ketua AAM.

Suasana Pembukaan JANAKA 2017, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (Credit: M. Rayhan)

Awalnya, penyelenggaraan jambore ini dilatarbelakangi oleh keinginan besar dari setiap komunitas astronomi amatir di Indonesia untuk bisa bertemu dan menjalin silaturahim secara langsung. ‘Mengikat Rasa Belajar Semesta’, itulah tema yang diangkat sekaligus kalimat yang pantas untuk menggambarkan semangat jambore kali ini. Adanya jambore ini adalah wadah bagi para pecinta astronomi yang sebelumnya hanya aktif di daerah masing-masing, di sini mereka dapat menjalin komunikasi secara langsung, bertatap muka sekaligus bertukar pikiran, gagasan, ide dan atau bahkan berbagi saran demi memajukan astronomi Indonesia tanpa terbatas faktor geografis.

 

Sambutan sekaligus pembukaan JANAKA 2017 dari Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin (Credit: LAPAN)

JANAKA 2017 ini membuktikan bahwa astronom amatir Indonesia mampu berbuat lebih dalam peran sertanya menghadapi persaingan keantariksaan global melalui pergerakan-pergerakan kreatif semacam ini. Kegiatan ini sendiri meliputi beberapa rangkaian penting, seperti; Seminar Astronomi yang dilaksanakan setelah pembukaan acara pada hari jum’at (22/9) siang. Dalam seminar ini, panitia menghadirkan 3 (tiga) pembicara utama yang telah banyak dikenal memiliki reputasi yang sangat baik di bidangnya masing-masing, yang pertama adalah Prof. Dr. Thomas Djamaluddin selaku Kepala LAPAN, yang kedua adalah Dr. Hakim Luthfi Malasan selaku Dosen Astronomi ITB sekaligus Mantan Wakil Presiden Divisi C International Astronomical Union (IAU) yang salah satunya membawahi bidang pendidikan. Serta pembicara ketiga, Bapak Dian Yudha Risdianto, ST. MT selaku Kepala LAPAN Pasuruan. Kegiatan yang kedua adalah Star Party / Pengamatan benda langit bersama-sama menggunakan piranti-piranti astronomi. Kegiatan ini sangat identik dan banyak dilakukan oleh para astronom, khususnya astronom amatir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia.

Suasana Seminar JANAKA 2017 (Credit: M. Rayhan)

Kegiatan selanjutnya adalah Penanaman pohon bersama, yang sedianya dilakukan pada hari sabtu (23/9) sebagai wujud nyata dukungan dari rekan-rekan astronom amatir Indonesia dalam mensukseskan kampanye langit gelap dan pelestarian lingkungan. Kegiatan berikutnya adalah Tour de Lab, sebuah kegiatan sejenis kunjungan ilmiah ke beberapa laboraturium pengamatan antariksa dan atmosfer di LAPAN Pasuruan yang dikemas sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman sehari menjadi astronom profesional, mengenal lebih dekat proses kerja sebuah Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer.

Sharing antar komunitas di JANAKA 2017 (Credit: M. Rayhan)

Kegiatan yang kelima merupakan Sosialisasi keantariksaan dan keatmosferan oleh LAPAN di hari yang sama, serta yang tak kalah penting adalah kegiatan Sharing knowledge dari beberapa perwakilan klub astronomi mengenai beberapa topik yang memang sengaja diangkat berdasarkan kegiatan yang sering dilakukan oleh rekan-rekan astronom amatir tersebut.

 

Gagasan (jambore) ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat astronom amatir Indonesia, terlebih lagi dari LAPAN. Tercatat, kegiatan ini diikuti oleh 244 orang peserta yang jika dibagi menurut gender, terdapat 156 peserta laki-laki, dan 88 peserta perempuan. Total ada 38 komunitas astronom amatir. Jika dijabarkan, ke 38 komunitas tersebut terdiri atas 20 komunitas berbasis umum, 9 komunitas berbasis perguruan tinggi, dan 9 komunitas berbasis Sekolah Menengah Atas/Sederajat, dengan sebaran geografis meliputi DKI Jakarta 3 komunitas, Jawa Barat 5 komunitas, DI Yogyakarta 8 komunitas, Jawa tengah 8 komunitas, Jawa Timur 13 komunitas, dan Sulawesi Selatan 1 komunitas.

Dari kiri: Kepala LAPAN Pasuruan didampingi Kanit Binmas Polsek Gempol Polres Pasuruan AKP Suparmin (Credit: M. Rayhan)

Diharapkan dengan rangkaian kegiatan ini para astronom amatir Indonesia bisa memahami secara komprehensif setiap materi yang disampaikan sehingga dapat mengimplementasikan dengan baik ketika kembali ke daerahnya masing-masing; yang kedua, para astronom amatir Indonesia menjadi kepanjangan tangan dari LAPAN dan menjadi agent of change kaitannya dengan pemasyarakatan ilmu astronomi; dan yang tak kalah penting ialah, JANAKA 2017 ini diharapkan dapat menjadi tonggak motivasi para pegiat astronomi amatir di Indonesia untuk turut serta meningkatkan kesadaran akan potensi keantariksaan Indonesia, pun diharapkan bisa menjadi acara tahunan tempat para astronom amatir Indonesia berkumpul.

 

JANAKA 2017 ini berhasil diselenggarakan atas dukungan LAPAN, khususnya LAPAN Pasuruan dan beberapa komunitas astronom amatir, seperti; Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Penjelajah Langit (PL) Yogyakarta, Jogja Astro Club (JAC), Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (PASTRON UAD) Jogjakarta, Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS), Jember Astronomy Club (JASTRO), ITS Astronomy Club (IAC), Astrophile Bandung, Surabaya Astronomy Club (SAC), Astronom Amatir Makassar (AAM), Malang Astronomy Club (MAC), Mojopahit Astronomy Club (MojoAstro), Masyarakat Eksplorator Astronomi (MAESTRO) Pasuruan, Solo Astro Club (SAC), Jombang Astro Club (JOAC), dan Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung (HIMASTRON ITB).

Logo Peserta JANAKA 2017

 

Sejenak, perhatian warga astronom amatir Indonesia tertuju pada event ini. Banyak kesan dan cerita hingga berakhirnya seluruh rangkaian acara JANAKA 2017. Seperti komunitas Amateur Astronomy Club (AAC) Purwokerto. Aas Suryani, salah seorang delegasi dari AAC Purwokerto, mengatakan bahwa, menjadi kebanggaan tersendiri baginya bisa bertemu dengan sesama pengagum jagat raya di JANAKA 2017 ini.

Menurut Mahasiswi Sastra Jepang Universitas Jenderal Soedirman ini, meski pada awalnya merasa minder karena komunitas yang baru dibentuk dan menjadi salah satu komunitas yang paling sedikit mengirim delegasi (2 orang), namun setelah tiba dan mengikuti rangkaian acara JANAKA hingga akhir, ia merasa tak pernah benar-benar merasa kesepian, karena banyak sekali bertemu dengan kawan dan ilmu baru, bahkan ia mengaku telah mengenal salah seorang delegasi lainnya via sosial media sejak beberapa tahun lalu namun baru dipertemukan ketika sama-sama mengikuti JANAKA 2017 ini. “Demi apa bikin susah move on dari acaranya!”, terang gadis sunda yang sedang merantau di Jawa Tengah ini.

Tempat pameran poster, foto, dan instrumen LAPAN Pasuruan (Credit: Almira Sifak Fauziah Narariya)

Meskipun banyak kesan positif yang terekam dari rangkaian JANAKA 2017, namun seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, masih ada beberapa kekurangan di sana-sini. Seperti terbatasnya ruang untuk bersih diri, yang membuat panjangnya antrean setiap pagi. Hal ini mengundang banyak reaksi dari para delegasi. Menyikapi hal tersebut, Mas Aditya Abdilah Yusuf memiliki pandangan yang berbeda dari kebanyakan delegasi lainnya, delegasi yang selalu terlihat kocak dan ceria dari Jombang Astronomy Club (JOAC) sekaligus menjadi personil sie keamanan JANAKA ini nyeletuk bahwa ‘Mandi hanya untuk astronom lemah’, sontak guyonan ini menjadi hitz selama berlangsungnya acara JANAKA 2017.

Penanaman pohon bersama oleh Peserta JANAKA 2017 (Credit: Kincir.com)

Selain itu, ada pengalaman unik dari salah seorang delegasi dari Jember Astro Club (JASTRO) bernama M. Daffa Adiyatma Yusuf. “Jam 2 (dua) pagi, alarm saya berbunyi, nah ketika saya matikan, kok (terasa) ada yang menusuk (di punggung), saya kira rumput, jadi saya biarkan saja dan lanjut tidur. Jam 5 (lima) pagi saya bangun sholat shubuh, tapi kok rumputnya masih menempel, waktu itu saya masih mengantuk, jadi saya lanjut beristirahat lagi di mushola hingga jam 5.30. Semakin lama kok rasanya semakin sakit, kemudian saya coba ambil ‘rumput’ ini menggunakan baju, waktu saya lihat, ternyata kelabang”. Tutur Daffa sambil meringis.

 

Sesi workshop JANAKA 2017 (Credit: Kincir.com)

Terlepas dari beberapa kekurangan tersebut, Sie Humas JANAKA 2017 menemukan beberapa kesan yang terangkum dalam postingan Instagram beberapa delegasi, seperti postingan dari akun @nurwijayanti_27 yang berujar; “Suka. Banyak hal baru yang ku temukan di sini. Bahagia? Jelaslah. Bisa dibilang tuman wkwk”.

Selain dari para delegasi, kesan positif juga disampaikan oleh para Pembicara, sebut saja Prof. Thomas Djamaluddin yang menasihatkan bahwa jadikan JANAKA ini sebagai kegiatan edukasi publik 2 (dua) tahunan, yang pesertanya mencakup SMA / Sederajat, Mahasiswa, maupun umum yang tergabung dalam komunitas astronom amatir. Selain Prof. Thomas, Dr. Hakim sebagai pembicara kedua juga menuturkan, “Anyway, acara JANAKA ini bersejarah dan sukses. Saya akan ekspos ini ke IAU”. Pak Dian Yudha selaku tuan rumah sekaligus Kepala LAPAN Pasuruan pun meminta agar next JANAKA dibuat yang lebih wah dan berbeda, harus ada peningkatan dari ini (JANAKA 2017).

Foto bersama seluruh peserta dan pembicara (Credit: M. Rayhan)

Mengenai persiapan untuk menyambut next JANAKA, yang paling penting adalah memperhatikan beberapa kekurangan dan masukan dari para delegasi, sehingga misi terselenggaranya JANAKA kedepan yang lebih baik lagi bisa diwujudkan. Kini, JANAKA telah sukses menawarkan suatu wadah berkumpul sekaligus berinteraksi secara langsung bagi para astronom amatir di Indonesia.

Muchammad Thoyib As

Muchammad Thoyib As

Anggota Dewan Pembina Surabaya Astronomy Club; Ketua Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2017

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusFlickrYouTube