ini dia 11 pertunjukan spektakuler langit Januari 2018

gerhana bulan total
Gerhana Bulan yang diabadikan oleh Astrofotografer SAC; cak Joshua Anderson 2015 lalu. Ronanya yang merah padam membuatnya dijuluki Blood Moon. Fenomena ini akan terulang lagi di Januari 2018 ini.

Januari 2018, pesta langit dimulai. Tidak seperti bulan bulan lalu, awal tahun kali ini cukup istimewa dimana banyak sekali pertunjukan antariksa yang menarik untuk kita saksikan bersama sama.
Apa saja pertunjukan langit di bulan Januari 2018 ini?

1 Januari, Tahun Baru Masehi 2018

2 Januari, moon perigee + Purnama = Supermoon.
Selasa pukul 4:59 Bulan berada pada jarak dekatnya dengan Bumi, istilah astronomisnya yakni Perigee. Bulan berada pada jarak 356.587 km dari Bumi.
Perigee dan apogee adalah peristiwa bulanan akibat dari lintasan orbit bulan yang berbentuk elips sehingga setiap bulan, Bulan akan mengalami Perigee (dekat) dan apogee (jauh) namun dengan jarak terdekat dan terjauh yang berbeda-beda.
Pada tanggal yang sama, Bulan juga berada pada fase purnama.
Kombinasi perigee saat berdekatan dengan fase Bulan purnama biasa disebut SUPERMOON.

3 Januari, Perihelion; jarak terdekat Matahari dengan Bumi.
Perihelion (perlintasan dekat) dan Aphelion (perlintasan jauh) adalah peristiwa tahunan akibat dari orbit bumi dalam mengelilingi matahari berbentuk elips. Perihelion terjadi setiap sekitar tanggal 2-3 Januari. Waktu puncaknya terjadi pada pukul 14:12 wib dan matahari berada pada jarak 147,10 juta km.

4 Januari, puncak hujan meteor Quadrantids.
Quadrantids tergolong hujan meteor dengan intensitas tinggi dimana pada kondisi langit yang gelap dan ideal untuk pengamatan, kita bisa menyaksikan diperkirakan hingga 120 meteor/jam.
Kehadiran Bulan yang belum jauh dari fase purnama ini akan sedikit mengganggu gelapnya malam pengamatan hujan meteor Quadrantids kali ini kawan.

7 Januari, konjungsi Mars dengan Jupiter.
Mars dan Jupiter akan terlihat sangat berdekatan di langit dengan jarak hanya 0,2°, jarak ini hanya sekitar separuh dari lebar diameter sudut Bulan.
Kita bisa dengan mudah menyaksikan 2 planet terang ini bergandengan di langit timur sebelum matahari terbit.

9 Januari, Bulan berada pada fase separuh akhir.

13 Januari, Konjungsi Merkurius dengan Saturnus.
Merkurius dan Saturnus akan terlihat berdekatan di langit hanya sejarak 0,6°, dikala puncak kedekatannya pukul 13:47 hari sudah siang sehingga kita tidak bisa mengamatinya. Namun kita tetep bisa mengamatinya dikala pagi sebelum matahari terbit dengan jarak sudut yang juga masih cukup dekat yakni 0,8°.
Kita bisa menyaksikan fenomena langit ini tanpa teleskop, dengan mata telanjang akan terlihat seperti 2 bintang yang berdekatan, namun dengan teleskop, kita juga bisa melihat cincin Saturnus juga bentuk sabit Merkurius.

17 Januari, Bulan berada pada Fase Bulan Baru

25 Januari, Bulan berada Fase Bulan separuh Awal.

30 Januari, latest sunset.
Matahari terbenam paling akhir tahun ini. Dari Surabaya dan sekitarnya matahari baru terbenam pada pukul 17:55 wib.

31 Januari, Gerhana Bulan Total.
Gerhana Bulan ini akan menjadi pembuka rangkaian 2 gerhana Bulan total dan 3 gerhana matahari parsial di tahun 2018.
Berikut timeline gerhana Bulan total yang bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia juga seluruh belahan Bumi yang mengalami malam saat gerhana terjadi;
▪Kontak awal penumbra 17:50 wib
▪Kontak awal umbra 18:48 wib
▪Awal gerhana total 19:51 wib
▪Puncak gerhana total 20:29 wib
▪Akhir gerhana total 21:07 wib
▪Kontak akhir umbra 22:10 wib
▪Kontak akhir penumbra 23:08 wib

Hammam N

Hammam N

Surabaya Astronomy Club

More Posts

Follow Me:
FacebookYouTube