Edisi Ramadhan : Terang Bulan, Kawahmu Itu

Kelakar cak Lontong yang sedikit-sedikit bilang #MIKIR membuat saya akhirnya mikir meski sedikit-sedikit hehe. Jadi teringat atsar sahabat Rasulullah SAW tentang keutamaan berfikir sebagai cahaya iman.

Perhatikan foto-foto amatir bidikan saya :-) Jika kita mengamati bulan sedikit lebih dekat, kita akan menemukan fakta adanya kawah-kawah bulan dan jika kita jeli, kita akan menemukan adanya bayang-bayang yang masuk dalam kawah.

Ini petunjuk awal bahwa :

1. Permukaan bulan adalah benda padat, jika dia cair seperti air, atau transparan seperti kaca, maka tak akan terbentuk bayang-bayang.

2. Bulan tidak bercahaya sendiri, jika dia bercahaya sendiri pastilah juga tak akan terbentuk bayang-bayang.

Lantas darimanakah ‘misteri’ bayang-bayang itu?

Foto ini saya ambil pukul 05.10 WIB saat bulan telah condong ke barat di posisi +251°50’44” / +31°34’25”. Jika saya perbesar foto ini dan melihat arah jatuhnya bayangan kawah, maka dapat saya simpulkan bahwa ada terpaan cahaya berasal dari arah sebaliknya, yaitu timur.

Saat saya mengecek arah timur ada kejora. Jika kejora adalah sumber cahaya yang menyebabkan terbentuknya bayangan di kawah bulan, harusnya sinarnya juga membuat terang benderang teras rumah saya, tetapi tidak. Kejora terlalu kecil dan redup.

Saya cek kembali arah timur turun ke cakrawala ternyata disana mulai tersepuh warna jingga. Jingga sebagaimana hari-hari sebelumnya. Kata orang disanalah tempat tidur matahari :-) darisana pula matahari akan bangun sebagai yang satu-satunya paling terang -the bright one- dan yang akan menghapus setiap tanda malam.

Heeem!

Pastilah matahari dibalik ufuk itu yang menyebabkan bayang-bayang dikawah rembulan dan matahari pula yang telah membuat bulan 17 ramadhan semalam terang benderang.

A’udzubillahi minasy syaithonirrojim Bismillahirrahmanirrahim,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar (dliyaa’an) dan bulan bercahaya (nuuron)”. QS. Yunus ayat 5.

Pada ayat ini diketahui bahwa perbedaan penggunaan kata dliyaa’an pada matahari adalah sebagai sumber cahaya dan nuuron pada rembulan adalah sebagai pemantul cahaya.

Maka, klop sudah antara Al-qur’an sebagai yang tertulis dan sebagai yang tanpo tinulis iso diwoco (tanpa-ditulis-bisa-dibaca).

Rabbana maa khalaqta hadza bathila, subhanaka laa ‘ilma lana illa maa ‘allamtana, innaka antal ‘alimul hakim.

Duh Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Foto:
Bulan via Sony ILCE-5000
f/8, 1/400 sec, ISO-250
Focal length 210 mm
Max aperture 5.3123
12/06/2017 05.10 WIB
Surabaya

Posisi bulan:
Az/Alt : +251°50’44” / +31°34’25”
Jarak : 399.957,83 km

Saiful Arifin

Saiful Arifin

Saya Gus Ipul oh maaf Cak Ipul, tinggal di Surabaya Timur. Menggeluti dunia SEO & Internet Marketing. Hobby baca, terbangan, niup seruling, main piano, ngintip teleskop. Suka bercanda tapi serius saat diajak mikir sampe kepala miring-miring :-)

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookLinkedInGoogle PlusYouTube