Catatan Telescope goes to school bulan Januari

moon phase demonstration
seorang siswa mencoba alat moon phase demonstrator yang disediakan SAC.

program SAC Telescope Goes To School di awal tahun 2017 ini mendapat sambutan hangat dari pemangku pendidikan. bukan hanya dari lembaga pendidikan formal, komunitas sosial yang bergerak pada kepedulian akan pendidikan dan budaya lokal pun tak mau ketinggalan tidak hanya di Surabaya, tapi hingga Mojokerto dan Bangil Pasuruan. beberapa permintaan dari kota lain juga ada namun keterbatasan tim telescope Goes To School SAC saat ini masih kurang memungkinkan untuk menjangkau. semoga kedepan tim semakin banyak dan mudah menjangkau kota kota lain.

berikut beberapa potret kegiatan SAC Telescope goes to school selama bulan Januari 2017;

1# 15 Januari
TK/ RA Persis Bangil,
JL. Bendosulung Pogar Bangil

inilah gong pertama program Telescope Goes To School, dikomandani oleh cak Agus Siswanto beserta tim yang terdiri dari ning Emi, ning Siti, serta ning Galuh.

2# 21 Januari
SMP Mujahidin, Perak barat, Surabaya
Mujahidin
cukup banyak tim SAC pada kesempatan ini, diantaranya ada cak Thoyib yang membawakan materi tentang pengenalan astronomi dibantu ning Galuh yang dengan kreatif memaparkan proses terjadinya gerhana matahari. cak Saiful dan saya yang kebetulan kebagian memandu anak-anak untuk membuat prakarya sundial/jam matahari. di lapangan sudah ada cak Alfan dan cak Aditya yang siap dengan 3 Teleskop dan peraga fase bulan.
diskusi
cak Thoyib mendiskusikan bentuk bumi dengan kepala sekolah dan beberapa guru SMP Mujahidin.

3# 21 Januari
SDN BANDUNG, Mojokerto
dalam waktu yang bersamaan, di saat tim Surabaya hadir di SMP Mujahidin, dilain tempat tim Mojokerto juga hadir di SDN Bandung -Mojokerto. dipandu oleh ning Siti dan ning Ainur, acara pun tak kalah meriah dengan yang di Surabaya.
ning Siti n Ainur
praktikum sundial
kaca mata

4# 29 Januari
Kampung Dolanan,Kenjeran IV-C/15, Surabaya
kampung dolanan
sebuah komunitas yang dibina oleh cak Mustofa Sam ini berjuang melestarikan mainan tradisional ditengah guyuran game game modern. duduk diantara pemuda dan anak-anak di Kampung Dolanan ini serasa kembali pada masa kecil dimana surga mainan yang tak tersentuh baterai seperti Bekel, loncatan, pistol bambu, dan banyak lagi yang lain yang sebutan mainannya pun sudah lupa dari ingatan tapi saya ingat betul bagaimana mainan mainan itu menjadi bagian dari perjalanan masa kecil saya dulu.

hujan yang mengguyur malam itu memang cukup membuat kami semua kecewa karena teleskop yang sudah terpasang dengan gagah tak bisa digunakan untuk mengintip isi langit dibalik pekatnya gumpalan awan. namun melihat semangat mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan ini suasana rundung pun seketika pecah. yah, observasi bukan satu-satunya kegiatan yang kita siapkan, karena cak Mustofa Sam dan kawan kawan telah menyiapkan alat dan bahan untuk membuat jam matahari. bertempat di musholla yang terkenal dengan nama musholla Terop (karena beratapkan Terop), maka malam hari itupun kita membuat jam matahari diiringi canda tawa khas anak-anak. suasana keakraban pun langsung terbangun hingga berbagai pertanyaan seputar astronomi pun mereka lontarkan tanpa canggung dan apa adanya.

bagi sekolah atau komunitas yang ingin mengadakan kegiatan serupa, berikut informasinya..
klik ⬇
PROGRAM SAC TELESCOPE GOES TO SCHOOL

Hammam N

Hammam N

Ketua Surabaya Astronomy Club

More Posts

Follow Me:
Facebook