Astronomi, Antusiasme Sampai Akhir

“Ingat cinta pertama Anda? Kemungkinan besar ia datang dan pergi. Tapi, astronomi adalah cinta yang bertahan ”             (Petikan Deskripsi FB Group SAC, quote by M.Thoyib)

Sampai detik ini, kita selalu teringat romantika lukisan langit dan benda benda angkasa penghiasnya. Sebut saja lagu Bintang kecil, Pelangi Alangkah Indahmu, Ambilkan Bulan Bu. Atau timbul dari kekaguman pada  moment indah tertentu seperti matahari terbit, dan terbenam, Muncul dari menatap  syahdu bulan purnama atau bintang kerlip yang bertabur di langit cerah. Kilat harapan dari lesatan Bintang jatuh. Lebih jauh lagi dari sekedar cuma menatap langit sambil berimajinasi dengan angkasa yang tak berbatas.

Bahkan kekaguman terhadap keteraturan dan keindahan jagat angkasa ini akan membawa kita pada kesadaran tentang Sang Pencipta. Seperti halnya kisah Nabi Ibrahim yang memulai perenungan tentang Sang Pencipta dari siklus siang malam, bulan dan matahari.

Kecintaan  dan kekaguman itu kadang terbatasi dengan adanya  persepsi yang kurang tepat bahwa “mempelajari benda angkasa adalah sebuah kerumitan tersendiri”. Sebut Astronomy ; sebagai ilmu yang mempelajari benda langit dan fenomenanya selalu berkonotasi  ilmu pengetahuan sulit yang berhubungan dengan ilmu matematika- fisika dan peralatan yang rumit.

Padahal ada istilah “Back Yard Astronomer”, “Amateur Astronomy”, ‘Star Gazer”. Sebutan untuk para peminat, enthusiast ilmu astronomi  yang menggunakan mata telanjang, binoculair, mini teleskop maupun buatan sendiri, atau kamera  dalam mengobservasi  benda langit terdekat : matahari planet, bulan, matahari, komet, meteor shower. Bahkan obyek langit jauh (deep sky object) seperti : kluster bintang, nebula dan galaksi lain  pun bisa menjadi target pengamatan

Kontribusi amatir astronomer ini tidak kecil, banyak temuan baru  (mulai komet, sampai supernova) terdeteksi mereka, dan kemudian diregister secara international. Karena entusiasme yang tinggi  dari para amatir ini memancing dedikasi yang tinggi dalam pengamatan. Tercatat astronomer amatir termuda adalah 7 tahun  terabadikan temuannya di katalog internasional setelah tahun sebelumnya kakaknya yang berusia 13 tahun menemukan obyek benda langit yang berbeda.

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dan biasa dilakukan dengan antusiasme oleh para amateur astronomer dalam mengamati dan mengabadikan obyek langit. :

1. Mengamati langit dengan mata telanjang

Berbekal Star Map, software KStar, Stelllarium di langit yang cerah kita bisa mengamati konstelasi bintang dan planet yang friendly. Kalender astronomi sangat membantu untuk melihat fenomena langit seperti konjungsi planet, meteor shower dan komet.  Hal hal mudah tanpa alat ini terbukti membangkitkan antusiasme masyarakat umum apalagi untuk para “astronomer halaman belakang” ini.

2. Mengamati  langit dengan alat bantu

Ketika antusiasme ini berkelanjutan, tentunya keinginan untuk bisa melihat lebih jelas tak terbendung. Binoculair bisa jadi pilihan awal. Kemudian memiliki teleskop buatan sendiri maupun yang komersial bisa jadi langkah selanjutnya. Detail detail seperti kawah bulan, bintik matahari (dengan tambahan filter matahari) bisa menambah keasyikan dalam pengamatan. Pemilihan alat bantu sesuai spesifikasi  dan budget merupakan hal yang menarik untuk didiskusikan dan disharing dengan sesama entusiast.

3. Bergabung dengan komunitas astronomi amatir baik regional, nasional maupun internasional.

Melalui forum/ grup internet, ataupun kontak langsung akan menambah percepatan dalam pembelajaran. Komunitas astronomi  termasuk komunitas yang sangat dermawan dalam sharing dan saling mengedukasi . Baik melalui aktivitas pembuatan teleskop sederhana, roket air, star party, atau  international campaign obyek langit di waktu tertentu. Kunjungan bersama ke observatoriu atau planetarium bisa juga merupakan aktivitas komunitas  yang dinanti. Astronomi adalah chemistry bound yang kuat dalam pertemanan dan persahabatan terutama melalui aktivitas outdoor bersama.

 4. Selalu belajar mengenai astronomi

Referensi astronomi tersedia sangat banyak baik  DVD (Discovery Channel, National Geographic. BBC). buku, link internet ataupun majalah majalah astronomi.  Berlimpahnya informasi dalam bahasa inggris tentunya akan memacu kita secara aktif untuk lebih mempelajari bahasa internasional ini. Yang berminat dengan aspek teoritis seperti kosmologi, cara kerja benda langit, formula perhitungan, tentunya harus dilengkapi dengan referensi yang banyak ini, Belum lagi pengetahuan mengenai benda langit harus selalu terupdate.

 5. Astrofotografi

Dengan pembuatan mounting  kamera sederhana, kita bisa mengabadikan pengamatan teleskop kita bahkan dengan kamera DSLR atau bahkan HP biasa. Banyak kreativitas yang muncul dari sini. Hasil pengamatan  yang terabadikan ini sangat memancing minat untuk menghasilkan gambar dan moment astronomi yang bagus.

Dari beberapa hal yang disampaikan diatas, terlihat astronomi adalah ilmu pengetahuan milik semua, tidak harus mahal dan rumit. Bahkan sangat positif dalam memacu situasi belajar dan kreativitas kita semua. Tidak menutup kemungkinan minat para astronomer amatir ini membuka jalan untuk menjadi astronomer yang lebih serius lewat jalur akademis atau jalur profesi.

Jadi kemudahan seperti jargon astronomi di Indonesia “Astronomi untuk semua” atau juga ada istilah para SACer “Astronomi tidak mahal (ATM)” begitu pulalah ilmu benda langit ini sebaiknya diminati dan ditularkan. Peka terhadap lingkungan adalah meliputi bumi-langit dan seisinya. Dengan memahaminya kita berharap bisa lebih menjaganya dan mewariskan pemahaman yang lebih baik ini kepada anak-keturunan. Semoga.

Priatna Ahmad

Priatna Ahmad

Karena posisi pekerjaan yang bebas polusi cahaya saja menjadikan pengamat amatir langit, di gunung, laut, hutan. Karena dulu kuliah fisika saja, menjadikan pembelajar non akademik subyek astrofisika. Quote :" Every atom in your body came from a star that exploded, And the atoms on your left hand probably came from different star than your right hand. You are all stardust"

More Posts

Follow Me:
Facebook